TRIPWORLD

Fakta Menarik Kota Nara yang Pernah Jadi Ibu Kota Jepang

Trippers.id – Meski tak sepopuler Tokyo ataupun Kyoto, kota Nara dulunya pernah menjadi pusat berjalannya pemerintahan Jepang dengan berbagai tokoh-tokoh bangsawan penting tinggal di sana. Kota yang penuh akan sejarah ini memiliki banyak kuil dan kastil kuno yang berusia lebih dari seribu tahun dan kaya akan pemandangan alam yang menakjubkan.

Memilih Nara sebagai destinasi wisata pun akan menjanjikan suatu perjalanan anti mainstream yang akan sangat berkesan bila suatu hari berkunjung ke Negeri Sakura tersebut. Untuk lebih mengenal dekat seperti apakah kota yang cukup dekat jaraknya dengan Kyoto dan Osaka ini, berikut delapan rangkuman fakta menarik tentangnya yang perlu kamu ketahui.

1. Nara merupakan ibu kota Jepang dari tahun 710 – 784 M. Selama 74 tahun lamanya, kota ini telah menjadi sumber terbentuknya berbagai kesenian dan sastra

Desain kota Nara kabarnya dibuat dengan menirukan gaya serupa dari ibu kota Cina, Chang’an dari era dinasti Tang. Kota ini menjadi kota paling maju dan terkuat di Jepang ribuan tahun yang lalu dengan dihuni oleh kekaisaran dan para tokoh bangsawan. Dari 8 permaisuri yang pernah memerintah Jepang, enam di antaranya memerintah selama periode Nara tersebut.

2. Pernah ditetapkan sebagai ibu kota permanen pertama, kota Nara memiliki sejarah dan usia yang lebih tua daripada Kyoto

Pada tahun 784 M, ibu kota dipindahkan untuk sementara dari Nara ke Nagaoka selama 10 tahun. Baru setelahnya, Kyoto-lah yang kemudian menjadi ibu kota baru Jepang selama lebih dari satu millenium, membuatnya mendapatkan julukan thousand-year capital.

Disebutkan bahwa buddhisme menjadi alasan di balik pencabutan Nara sebagai ibu kota, akibat pengaruhnya yang dinilai terlalu kuat hingga begitu mencampuri kekuatan politik dan meresahkan kekaisaran. Merasa terancam, pemindahan pun akhirnya dilakukan sebagai sebuah solusi.

3. Karena sejarahnya, kota ini pun dihiasi oleh banyak bangunan kuno dan tempat bersejarah. Beberapa bahkan ditetapkan sebagai bagian dari warisan dunia oleh UNESCO

Delapan tempat tersebut di antaranya adalah :

  • kuil Tōdai-ji
  • kuil Kōfuku-ji
  • kuil Yakushi-ji
  • kuil Toshodai-ji
  • kuil Gango-ji
  • kuil Kasuga Taisha
  • hutan alam purba Kasuga
  • Istana kekaisaran Heijo, lokasi pusat berjalannya pemerintahan pada periode Nara.
    Bangunan-bangunan tersebut memiliki usia hingga ribuan tahun lamanya. Meski kini telah mengalami rekonstruksi berulang kali, tetapi masih terdapat beberapa bagian darinya yang
    memang berasal dari zaman kuno.

4. Di dalam kuil Tōdai-ji, terdapat sebuah patung Budha perunggu raksasa terbesar yang pernah dibuat

Selain itu, aula utama Tōdai-ji atau yang disebut daibutsuden, memegang rekor sebagai bangunan kayu terbesar di dunia, meski sempat direkonstruksi pada tahun 1692 dan mengalami pengecilan luas aula dari ukuran aslinya. Tōdai-ji sendiri merupakan salah satu kuil paling berpengaruh di Jepang hingga kini.

5. Sementara di kuil Kasuga Taisha, terdapat sekitar 3.000 lentera perunggu menghiasi dan tergantung di setiap bagian kuil

Kuil tersebut juga dihiasi banyak lentera batu di jalanan setapak menuju gerbang masuk. Semua lentera itu nantinya akan menyala dua kali setiap tahunnya, yakni pada festival lentera yang terjadi di awal Februari dan di pertengahan Agustus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *