TRIPTIPS

Punya Atasan Otoriter? Dengan Tips Ini Kamu Gak Perlu Takut Lagi! (Seri-6)

Trippers.id – Punya bos yang otoriter memang cukup menyulitkan. Karena bos kaya gini biasanya selalu ingin memaksakan kehendak pada anak buah. Yang lebih sulit, ia juga jarang menerima masukan dan pendapat dari anak buahnya. Karena ia menganggap hanya pendapatnya lah yang paling paten. Akibatnya anak buahnya merasa enggan untuk berhadapan, menyampaikan pendapat, apalagi mengkritik bos.

Tapi nggak perlu takut dan khawatir, seotoriter apapun bos kamu, tetap ada cara untuk menghadapinya. Coba deh ikuti trik berikut ini:

1. Mintalah Persetujuan Bos

Setiap kali kamu ingin melakukan suatu pekerjaan mintalah persetujuan dan pendapat bos. Mintalah saran dan pendapatnya tentang pekerjaan yang akan kamu lakukan. Biasanya bos yang otoriter lebih suka jika dimintai pendapatnya, dari pada kamu penuh inisiatif tetapi bos sama sekali tidak setuju dengan inisiatif kamu.

2. Bentuklah Tim Dengan Bos

Dari pada kamu terus menerus berseberangan pendapat dengan bos, kenapa nggak coba membentuk tim dengan bos. Coba deh samakan pendapat kamu dengan bos dan singkirkan dulu perbedaan yang ada antara kamu dengan bos. Siapa tau kamu akan menemukan kecocokan dengan bos.

3. Sampaikan Usul Tanpa Konfrontasi

Kalau kamu punya usul membangun nggak perlu ragu untuk menyampaikannya pada bos. Kemukakan tanpa maksud konfrontasi. Yakin deh kalau memang usul kamu itu kontruktif bagi perkembangan usaha, bos akan mempertimbangkannya.

4. Pujilah Bos

Sesekali pujilah bos kamu, misalnya tentang kepemimpinannya yang tegas, ruangan atau pekerjaannya yang rapih, ataupun penampilannya yang oke. Karena umumnya bos bertipe ini senang dipuji oleh anak buahnya. Tetapi setelah memuji kamu bisa juga mengkritiknya. Tapi hati-hati lho, sampaikan kritik dengan sopan. Dan jangan terlalu berharap bos akan menuruti kritik.

5. Buat Laporan yang Singkat dan Jelas

Kebanyakan bos, apalagi bos yang otoriter, tidak menyukai laporan yang bertele-tele. Sampaikan laporan secara singkat, padat tapi jelas. Tunjukkan bahwa kamu mampu bekerja dengan praktis tanpa mengurangi bobot pekerjaan.

Nah sudahkah kamu melakukan point-point tersebut? Kalau sudah, coba amati bagaimana perkembangan sikap bos ke kamu setelah itu. Dan siap-siaplah menjadi tim yang kompak dengan bos!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *