TRIPFOOD

Makanan Khas Maroko ala Marrakech Cuisine

Trippers.id – Saat ini, makanan khas Maroko sudah banyak diminati oleh masyakarat Indonesia. Eits bentar dulu, makanan Maroko beda lho dengan makanan khas Arab atau Turki! Nah, makanya kudu selektif pilih resto yang benar-benar menyajikan khas Maroko.

Seperti di Marrakech Cuisine, yang terletak di daerah Jakarta Selatan ini. Disini, semua sajian hidangannya benar-benar lezat ala Maroko.Kata Marrakesh dikenal sebagai Mutiara dari Selatan, yaitu kota di Barat daya Maroko di kaki Pegunungan Atlas. Sehingga, dari namanya saja, sudah sangat ikonik menu masakan khasnya Maroko.

Foto : Marrakech Resto/Trippers.id

Semua jenis masakan Maroko di restoran ini disajikan dengan roti khas Maroko, yaitu Khoubez, terbuat dari tepung Semolina. Dan bagi para pecinta pedas, dapat ditambahkan dengan cabe Jalapeño yang juga disediakan. Salah satu menu andalan, Couscous by Fatimah El Baamri, yang disajikan dengan ayam dan sayuran sangat lezat rasanya. Ini merupakan resep keluarga, biasanya di negara Maroko, menu ini disajikan setiap hari Jumat. Menu ini bisa disebut sebagai ‘nasinya’ Maroko dan bisa disajikan dengan daging kambing atau ayam.Sangat unik penyajiannya,yaitu ditaruh dalam sepiring tagineyang diisi potongan ayam, berbagai jenis sayuran, kacang chickpeas, serta couscous berwarna kuning terang. Dengan tekstur dari ayamnya yang empuk, dengan bumbu yang begitu meresap, tapi tak terasa kuat. Couscousnya memiliki tekstur renyah namun lembut, sangat pas untuk disantap bersama daging ayam dan aneka sayuran.

Yah, semua penyajian makanan di resto ini disajikan dengan cara yang sangat unik dan keren, berbagai menu masakan tersebut dimasak lalu disajikan dalam pot tanah liat bernama tagine. Proses memasak yang dilakukan selama dua jam lamanya membuat teksur berbagai hidangannya jadi sangat lembut, dan tentunya lebih sehat karena tak digoreng sama sekali. Cita rasanya pun tetap terjaga, tidak terlalu medok namun ringan rasanya walaupun banyak rempah-rempah yang digunakan
dalam proses memasaknya.

Foto : Marrakech Resto/Trippers.id

Menu andalan Marrakech Cuisine lainnya, yakni lamb shank with prune, daging domba panggang yang dikombinasi dengan buah prune. Tekstur daging dombanya yang sangat empuk, berpadu dengan tambahan buah prune menciptakan sentuhan rasa asam yang menyegarkan, namun masih ada rasa manis pada ujung lidah. Juga ada menu lainnya yang tak kalah lezatnya,beef tagine raisin, terdiri dari bola-bola daging sapi cincang yang dicampur telur ceplok,lalu di siram saus tomat dan kismis. Rasanya?Sungguh menghasilkan cita rasa yang segar namun tetap ringan.

Keunikan dan kekhasan masakan di Marrakech Cuisine ini, setiap menu masakan selalu memakai minyak zaitun dan saffron, yang didatangkanlangsung dari Maroko. Minyak zaitun asli Maroko memang memiliki aroma yang lebih harum dan rasa khas zaitunnya yang lebih kuat ketimbang yang dijual di Indonesia.

Untuk sajian minumannya, tersedia teh dan kopi Maroko. Sajian minuman‘nous nous coffee’ atau kopi setengah-setengah merupakan cara penyajian setengah kopi dan setengah susu yang digemari di Maroko. Juga ada Moroccan tea, yaitu teh mint khas Maroko yang bisa dinikmati dengan gula atau plain (tawar). Tidak kalah segarnya dengan Moroccan mix juice, jus yang banyak ditemukan di Maroko dengan campuran buah-buahan yang biasa digunakan di sana.

Maroko Style

Menyantap hidangan di Marrakech Cuisine tidak hanya semata rasa makanannya yang membawa kita ke alam negara Maroko. Suasana restonya pun ditampilkan seperti sedang berada di Maroko.

Yah, begitu memasuki resto, nuansa ruangan dengan desain minimalis ada di depan mata. Seperti resto-resto di Maroko sana, ruangannya sangat simple, tidak terlalu ramai dengan banyak ornamen dekorasi. Hanya beberapa lampu kaca warna-warni yang digantung di langit-langit resto, serta pajangan seperti belga (sandal khas Maroko), juga ada tagine (pot tanah liat) yang menghiasi beberapa sudut resto sehingga memberi kesan sentuhan ala Maroko.

Foto : Marrakech Resto/Trippers.id

Untuk benar-benar menciptakan aura Maroko dalam suasana resto, sebagian besar barang-barang dekorasi tersebut di impor langsung dari Maroko. Tak heran, pengunjung yang menyantap hidangannya pun jadi merasa nyaman dan betah.  Terdapat berbagai macam area makan publik, mau tempat duduk di area meroko atau area yang ruangannya bersifat pribadi yang multifungsi.

Maria Rotinsulu El Mourabiti, pemilik Marrakech Cuisine memang sengaja menciptakan sebuah resto khas yang sangat authentic Maroko. Maria yang bersuamikan asli Maroko, belajar memasak makanan khas Maroko selama 2 tahun di Maroko yang langsung dapat bimbingan dari ibu mertuanya yang memang pandai memasak. Ini merupakan resep keluarg dari suaminya. Ia lalu membagi ilmunya dengan chef Indonesia yang langsung bisa menguasai masakan autentik makanan Maroko ini dan diterapkan di restonya ini. Menu andalan yang disediakan di Marrakech Cuisine merupakan menu tradisonal dan resep keluarga. Untuk menjaga cita rasa, Maria sengaja mendatangkan bahan-bahannya langsung dari Maroko.

Saat ini, saat pendemik corona COVID-19 merebak, dimana semua orang diharuskan ‘stay @home’, Marrakech Cuisine melayani menu makanan take away. Ada menu brochetta beef/lamb with briyani rice, mandhi rice chicken/lamb, shawarma chicken/lamb, briyani kofta beef/lamb with cheese, dan lainnya.

So, apapun kondsisinya, kalian masih bisa menikmati sajikan makanan khas Maroko dari Marrakecah Cuisine ini!(Kuniel)

Marrakech Cuisine
Jalan Wolter Monginsidi No. 39, Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jam buka: Setiap hari, pukul 11.00 – 23.00 WIB (normal, selama pendemik corona,
buka dari pukul 11.00 – 20.00)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *