PROFIL

Dayu : Menyelam itu seperti masuk ke dunia baru yang sama sekali berbeda

Trippers.id – Perempuan yang akrab disapa Dayu ini lahir pada tanggal 6 Juli 1987. Hingga sekarang, sudah banyak penghargaan yang diraihnya, seperti runner-up 3 Putri Pariwisata Indonesia 2010, runner up Miss Scuba Indonesia 2011, Miss Scuba International 2011, hingga Fun Fearless Female Indonesia 2013.

Dari semua pencapaiannya dan ditambah lagi Dayu juga memiliki komitmen terhadap konservasi laut Indonesia, tentu hal ini menginspirasi kita semua untuk menjadi diri yang lebih baik. Banyak hal yang bisa kita tiru dari Dayu untuk menjaga keindahan laut Indonesia.

Peraih gelar Miss Scuba International di tahun 2011 lalu ini mulai menggemari traveling sedari kecil. Hidup berpindah-pindah mengikuti pekerjaan sang ayah, Dayu pernah berkesempatan tinggal di daerah Kalimantan Tengah yang kemudian membuat dirinya semakin dekat dengan alam dan mulai mencintai traveling. Ditambah dengan pengalaman bersekolah di Korea Selatan, menjadikan dirinya sering mengikuti conference. Tujuannya? jalan-jalan berkeliling negara lain…dengan gratis. Apa yang dicari seorang Dayu Hatmanti dalam ber-traveling? “A meaningful life”, ujarnya.

BvkZNuaCcAAjjp7

 

“A meaningful life” – Dayu Hatmanti

Hobi menyelam yang sudah ditekuninya sejak lama merupakan wujud dirinya dalam mensyukuri dan menikmat hidup. “Menyelam itu menyenangkan, seperti masuk ke dunia baru yang sama sekali berbeda. Seru!”, ujar Dayu. Pengalaman menjadi Miss Scuba International juga merupakan salah satu pengalaman yang luar biasa bagi dirinya. Mengunjungi beberapa dive show dunia, menyelami berbagai spot menarik, ditambah dengan terlibat dalam konservasi bahari semakin membuat Dayu mencintai keindahan laut, terutama laut Indonesia dengan kekayaan bahari yang luar biasa.

BvkNsH3CIAAbrQ9

Dibalik kariernya yang terus memuncak, Inspirasi dirinya untuk terus berkarier dengan gemilang dalam masa mudanya banyak diperoleh dari lingkungan sekitarnya, terutama orang-orang yang dikaguminya antara lain Riyanni Djangkaru dan @rahmanadi. “Teh Riyanni Djangkaru, she’s definitely awesome! Saya harus belajar banyak darinya. Dan @rahmanadi, dia muda, pintar, dan terpenting peduli. Saya mengaguminya”, ucap Dayu.

Kesempatan lain datang ketika Dayu terpilih menjadi Putri Pariwisata di tahun 2010, hal itu semakin membuka kesempatan dirinya untuk lebih mengenal Indonesia. Menjadi pembawa acara di beberapa program traveling pun dijalaninya bahkan hingga saat ini dirinya yang sedang menjadi host serial traveling “Explore Indonesia” di Kompas TV. Menjelajahi alam Indonesia, mengenal masyarakatnya, meresapi kearifan lokalnya, menjadi pelajaran hidup yang diperoleh Dayu di Explore Indonesia. “Menjalani program ini seperti mimpi yang terwujud, saya benar-benar into it. Konsep acara yang matang dan bekerja bersama tim yang solid, ditambah dengan hobi yang menjadi pekerjaan, Dayu merasakan ini seperti pekerjaan yang terbaik di dunia. Mengupas dalam mengenai kehidupan masyarakat Indonesia, dari berbagai sudut, seni budaya, kecantikan alam, menjadikan konsep acara ini semakin menarik untuk dikisahkan.

Mengenai pengalaman unik Dayu dalam mengeksplorasi kebudayaan lokal Indonesia, ada salah satu pengalaman yang membuat Dayu tertarik yaitu kebudayaan mengepel lantai rumah menggunakan kotoran sapi, yang dilakukan oleh masyarakat Sasak di Desa Sade Lombok . “Memang terdengar aneh ya bagi kita yang tidak terbiasa, tapi bagi  mereka (Suku Sasak) ini adalah tradisi lama yang masih mereka pelihara. Rumah-rumah yang dipel dengan kotoran sapi lantainya tidak berbau busuk, malah justru mengkilap”, kisah Dayu.

Sebagai pecinta alam, tentu Dayu memperhatikan keseriusannya terhadap kepedulian lingkungan. Bersama teman-teman Indonesia, dirinya ikut terjun dalam kampanye #SaveSharks dimana Dayu melakukan kegiatan sosialisasi penyelamatan ikan Hiu ke publik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan awareness masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian Hiu. Hiu adalah predator yang berada di puncak rantai makanan, artinya Hiu memegang kunci keseimbangan ekosistem laut. Sayangnya, justru saat ini populasi Hiu jauh menurun. Maka dari itu, dengan semakin banyak orang yang mengetahui isu dan permasalahan tersebut maka akan semakin cepat pula populasi Hiu bisa diselamatkan.

 


 

Sumber : idwanderlust.wordpress.com | blog.tiket.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *