Uncategorized

Stop Melakukan 5 Hal Ini Saat Masih Dalam Masa Isolasi Corona!

Trippers.id – Munculnya pandemik COVID-19 memang sudah banyak menimbulkan keresahan dan kepanikan berbagai pihak. Menyikapi hal ini, pemerintah Indonesia pun mulai mau terbuka tentang beberapa kasus yang terjadi di beberapa kota besar. Beberapa tindakan preventif akhirnya diambil pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan isolasi, terutama di daerah yang terdampak. Alhasil, pemerintah mengeluarkan imbauan masa isolasi selama 2 minggu demi memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

Terkait usaha pemerintah tersebut, ada beberapa tindakan oknum tertentu yang justru menimbulkan kepanikan publik. Hal semacam ini seharusnya sudah mulai dihentikan demi kepentingan umum. Mau tahu apa saja? Yuk, simak.

1. Menyebarkan Berita yang Belum Dapat Dipastikan Validitasnya

Di tengah kepanikan terkait status pandemik COVID-19, tak jarang muncul berita yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Berbagai berita bermunculan dengan cepat, sekaligus penyebarannya yang juga gak kalah cepat. Meski niat seseorang hanya untuk membagikan berita, tapi asal share justru akan menambah tingkat kepanikan publik.

Ada baiknya kita lebih bijak dalam menyikapi pemberitaan yang didapat. Salah satunya dengan melakukan kroscek berita dari situs resmi pemerintah atau pihak terkait yang valid sebelum membagikannya pada orang lain.

2. Bepergian Untuk Wisata Baik Dalam Maupun Luar Negeri

Masa isolasi yang ditetapkan pemerintah pusat dan daerah selama kurang lebih 2 minggu ini sebaiknya benar-benar dimanfaatkan untuk tetap di rumah. Kesadaran tentang pentingnya imbauan ini harus dibangun dengan pemahaman dan kedisiplinan untuk mengurangi dan mencegah penyebaran COVID-19.

Alih-alih menghibur diri dengan berwisata, ada baiknya untuk memiih melakukan family time di rumah. Tanamkan dalam diri bahwa di rumah pun bisa tetap asyik. Buatlah rencana aktivitas yang bisa dilakukan di rumah, seperti nonton film di rumah atau masak bersama anggota keluarga. Dijamin, dua minggu di rumah gak akan terasa membosankan, deh.

3. Menimbun Produk Kesehatan Tertentu

Kepanikan publik tentang COVID-19 kemudian menimbulkan gerakan untuk segera mencari berbagai produk kesehatan untuk perlindungan diri, seperti masker, hand sanitizer, dan alkohol. Hal ini pada akhirnya membuat beberapa stok barang berkurang drastis bahkan sampai kosong.

Sayangnya, efek ini ternyata ada andil beberapa oknum yang berusaha menimbun barang demi keuntungan pribadi. Padahal, banyak orang yang membutuhkan termasuk para tenaga medis yang sedang berjuang membantu penyembuhan pasien.

4. Enggan Menjaga Kebersihan

Menjaga kebersihan menjadi poin penting untuk melindungi diri dari serangan virus, bakteri, dan berbagai kuman penyakit. Kebiasaan untuk menjaga kebersihan, mau tidak mau harus lebih ditingkatkan terutama di masa sekarang ini. Sayangnya, masih saja ada segelintir orang yang tak acuh dan merasa bahwa penyakit bisa datang pada siapapun.

Memang benar penyakit bisa menyerang siapapun, tapi dengan enggan menjaga kebersihan justru akan semakin memperbesar peluang sakit. Yuk, mulai tumbuhkan disiplin diri untuk menjaga kebersihan. Kalau bukan demi lingkungan, setidaknya demi diri sendiri.

5. Menyerah Pada Nasib Tanpa Berusaha Melindungi Diri

Beberapa orang berpendapat bahwa sakit merupakan takdir seseorang. Sekuat apapun, jika memang ditakdirkan sakit pasti akan sakit juga. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah. Hanya saja kita juga diajarkan untuk berusaha sekuat tenaga sebelum menyerahkan semuanya pada takdir. Nasib kita ada di tangan kita sendiri. Berusaha melindungi diri dari serangan virus juga merupakan nasib yang harus diperjuangkan.

Setidaknya kita harus menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan memakai sabun. Jika perlu, gunakan juga hand sanitizer. Selain itu, kita juga wajib menjaga imunitas tubuh dengan mengonsumsi makan sehat dan suplemen peningkat daya tahan tubuh.

Melindungi diri dan lingkungan adalah juga kewajiban kita semua, bukan hanya pemerintah. Yuk Trippers, sama-sama membantu pemerintah agar pandemik ini cepat teratasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *