TRIPTIPS

Cara Bijak Menolak Perintah Bos Kamu ! (Seri-9)

Trippers.id – Sebagai seorang karyawan, biasanya kamu selalu mematuhi apa yang diminta oleh atasan. Semuanya semata-mata demi performa kerja yang baik di mata atasan. Namun bagaimana jadinya jika kamu diminta mengerjakan suatu hal di luar kuasa kamu, terlebih lagi jika permintaan tersebut sulit kamu kabulkan?

Jangan khawatir, sebenarnya kamu bisa mengatakan ‘tidak’. Tetapi, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum benar-benar menolaknya.

Pertama, tanyalah dirimu apa alasan di balik kamu menolak permintaan atasan. Misalnya, ‘Bisakah aku menugaskan orang lain untuk mengerjakan pekerjaanku yang lainnya agar aku bisa mengerjakan permintaan atasan?’, ‘Bisakah aku menunda mengerjakan pekerjaan lainnya?’, ‘Apakah permintaan atasan yang aku kerjakan ini akan menghambat pekerjaanku yang lainnya?’, atau ‘Apakah hanya aku seorang yang hanya bisa mengerjakan pekerjaan ini?’.

Menolak pekerjaan dari atasan sebenarnya memang bukan suatu hal yang bisa kamu lakukan sering-sering. Mungkin saja, pekerjaan tersebut terlalu sulit kamu lakukan dan permintaannya bukan bagian dari deskripsi pekerjaanmu. Lantas seperti apa cara yang tepat untuk menolaknya?

Sebelum berbicara pada pada atasan, ada baiknya kamu persiapkan alasannya terlebih dahulu. Jelaskan pada mereka situasi yang kamu hadapi saat ini hingga ia bisa mengerti dan akhirnya meminta orang lain untuk mengerjakan permintaannya.

Jika kamu mengatakan tidak punya waktu untuk mengerjakan permintaannya ini, sebutkan juga daftar pekerjaan lain yang tengah kamu lakukan. Jika atasan tidak mengizinkannya, mungkin saja ia memang ingin kamu melakukan pekerjaan baru.

Jangan ragu juga untuk mengatakan jika permintaannya akan menghambat pekerjaanmu yang lain. Mungkin saja, dia akan mengapresiasimu dan menilai kamu sebagai karyawan yang berdedikasi.

Terakhir, bila alasanmu menolak pekerjaan dari atasan karena tidak memiliki keahlian yang sesuai, katakan saja yang sejujurnya pada atasan daripada kamu menerima dan berpura-pura mampu menyelesaikannya. Sejatinya, atasan akan memahamimu dan mencari orang lain yang bisa mengerjakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *